Kamis, 08 Desember 2016

Makalah Manajemen Financial

FINANCIAL MANAGEMENT
Abdul Yusuf, SE., MM


Disusun oleh:
Badru Tamami                                  1510631020038
Barry Arta Salim                               1510631020039
Benyamin Napitupulu                       1510631020040
Dadan Ardian                                   1510631020049
Eko Maryanto                                   1510631020069

UNIVERSITAS SINGAPERBANGA KARAWANG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
TAHUN 2016



BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Manajemen keuangan akhir-akhir mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama didukung oleh perkembangan tekhnologi informasi. Produk-produk keuangan bermunculan sebagai respon volatilitas harga dan nilai tukar yang sangat tinggi.tingginya volatiltas tersebut mengakibatkan resiko yang dihadapi oeh perusahaan juga semakin besar. Sementaa itu perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan yang sangat fundamental dibidang manajemen keuangan. Jika lima tahun yang lalu manajer puncak perusahaaan hanya dapat mengevaluasi kinerja perusahaan setiap kuartal, tengah tahunan atau tahunan; tapi saat ini secara teoritis kinerja perusahaan dapat dievaluasi setiap hari dan setiap saat. Kondisi yang demikian memaksa perusahaan untuk berlomba dibidang teknologi informasi guna memenangkan persaingan, namun sayang tidak disadari bahwa muncul resiko tidak berfungsinya teknologi tersebut.
Dunia kini semakin menyatu, dalam perdagangan internasional tidak lagi dikenal batas negara, pasar modal semakin terintegrasi, dan muncul blok-blok baru ekonomi sebagai upaya untuk mempertahankann dan melindungi industri dalam negri. Kondisi yang demikian tidak saja menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan untuk selalu mempertajam daya saing. Kesempatan menjelajahi dunia semakin terbuka, usaha yang dikendalikan dari sau desa terpencil kini produknya dapat dipsarkan keseluruh dunia melalui internet atau yang lebih populer  dengan e-commerce. Sistem pembayaran menjadi efisien dengan munculnya phone banking. Modal berpindah tempat dari satu negara ke negara yang lain secepat kita menekan tombol keyboard komputer pribadi dirumah. Fenomena seperti itu memaksa manajer untuk lebih kreatif dan hati-hati dalam pengelolaan perusahaan. Jika kinerja perusahaan jelek dapat di pastikan investor dengan cepat akan mengalihkan investasinya ke tempat lain.
Perkembangan lain adalah bahwa efisiensi pasar modal mengalami perbaikan dan investor semakin pandai. kondisi ini jelas memberikan manfaat baik bagi investor maupun manajer. Pasar modal yang semakin efisien diyakini dapat digunakan sebagai alternatif untuk lebih mendisiplinkan manajer perusahaan. Manajer yng tidak cakap, dilihat dari kinerja perusahaan yang jelek pasti akan kehilangan jabatan dan dihargai rendah oleh pasar. Selanjutnya krisis ekonomi yang berlangsung sejak tahun 1998 hingga kini telah memberikan pelajaran yang sangat berharga. Selama ini bagian keuangan selalu dipandang tidak penting dan hanya sebagai pusat biaya saja. Tetapi krisis itu telah menyadarkan arti strategisnya bagian keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan dengan baik. Berapa banyak perusahaan yang sehat tiba-tiba hancur. Yang paling rendah akibat pengelolaan keuangan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah pokok. Perusahaan menggunakan hutang secara berlebihan, pendanaan yang tdak sesuai dengan investasi ditambah lagi dengan ketidak cocokan deominator mata uang antara pendapatan dan biaya opersi; semua itu mengakibatkan posisi keuangan perusahaan menjad sangat rentan terhadap gejolak eksternal. Tetapi manajer profesional tentu tidak dapat menyalakan faktor pasar dan eksternal atas kerugian perusahaan.
Melihat fenomena tersebut diatas, penulis melakukan beberapa perubahan terhadap edisi sebelumnya. Pada edisi kali ini materi yang ditambahkan dalah menyangkut konsep economic value added (EVA) dan market value added (MVA). Meskipun konsep itu sebenarnya bukan hal baru tetapikonsep ini sangat penting terutama untuk penilaian perusahaan. Bagian lain yang mengalami perubahan adalah penilaian investasi aktiva tetap, reorganisasi dan factoring sebagai alternatif pendanaan jangka pendek.
Dalam makalah ini kami akan menjelaskan keputusan-keputusan penting yang harus diambil oleh setiap manajer keuangan. Tujuan yang ingin dicapai untuk mengevaluasi pencapaian tujuan. Keputusan dibidang keuangan pada prinsipnya menyangkut tiga hal yaitu keputusan investasi atau investment decision, krputusan pemenuhan kbutuhan dana atau financing decision dan keputusan pendistribusian keuntungn atau distribution decision. Menurut kami, hampir semua buku manajamen keuangan bersifat normatif, dalam arti mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh para manajer keuangan.
Rumusan Masalah
1.           Pengertian  manajemen keuangan
2.           Tujuan manajemen keuangan
3.           Fungsi manajemen keuangan
4.           Prinsip Manajemen Keuangan
5.           Perkembangan manajemen keuangan  
Tujuan
1.           Mengetahui Pengertian  manajemen keuangan
2.           Mengethui Tujuan manajemen keuangan
3.           Mengetahui Fungsi manajemen keuangan
4.           Mengetahui Prinsip Manajemen Keuangan
5.           Mengetahui Perkembangan manajemen keuangan 
Manfaat
·                Untuk memenuhi tugas mata kuliah bussinis english
·                menambah pengetahuan mengenai manajemen keuangan
·                memahami manfaat terhadap manajemen keuangan
·                menjadi sumber referensi dalam penulisan makalah berikutnya.

















BAB II
PEMBAHASAN

1.             PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kebiatan keuangan dalam suatu organisasi dimana di dalamnya termasuk kegiatan planning, analisis dan pengendalian terhadap kegiatan keuangan. Manajemen keuangan dapat diartikan pula sebagai seluruh aktivitas atau kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan meminimalkan biaya serta upaya penggunaan dan pengalokasian dana tersebut secara efesien dalam memaksimalkan nilai perusahaan.
Berikut Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli:
-          Menurut Keown , Martin, Petty dan Scoot (2005:4)
“Financial Management is corcerned with the maintenance dan creation of economic value or wealth”
-          Menurut Sutrisno (2003:3)
“Manajemen Keuangan adalah semua aktifitas perusahaan yangberhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien”
-          Menurut Gitman (2006:4)
“Managerial financial concerned with the duties of the financial manager in the business firm. Financial manager actively manage the financial affairs of any of business-financial and non financial, private and public, large and small, profit-seeking and not-for-profit. They perform such varied financial tasks as planning, extending credit to costumer, evaluation proposed large expenditures, and raising money to fund the firm’s operation”
-          Menurut Brigham and Ehrhardt (2002:26)
finansial managment is important in all types of business. Include banks and other financial institutions, as well as industrial and retail firms. Finansial managment is also imfortant in goverenmentaloperations, form school to hospitals to highway department. The job opportunities in finansial managment range from making decisions regarding plant expansions to choosing what types of securities to issue what financing on expansions,”

-          Menurut Wikepedia
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan menyimpan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Menurut Pengertian diatas manajemen keuangan menyangkut tugas Manajer Keuangan didalam perusahaan. Manajer Keuangan secara aktif mengatu urusan dari berbagai macam tipe dari bisnis keuangan dan bukan keuangan, pribadi dan masyarakat, besar dan kecil, mencari keuntungan ataupun tidak mencari keuntungan. Mereka melakukan berbagai macam perencanaan keuangan, perpanjangan kredit kepada pelanggan, penilaian usulan penggunaan beban yang besar dan meningkatkan dana untuk membayari perusahaan.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan             bahwa manajemen keuangan adalah aktivitas perusahaan yang biasa dilakukan oleh manajer keuangan guna mendapatkan dana untuk membiayai jalannya perusahaan, keudian menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut baik dana dalam perusahaan maupun dana dari luar perusahaan krdalam berbagai bentuk investasi. Keputusan investasi ini yang diharapkan dapat memperoleh laba. Selain itu, aktivitas perusahaan juga meliputi keputusan mengenai kebijakan dividen, dimana keputusan ini menentukan persentase dari keuntungan bersih yang akan di bayarkan sebagai cash dividend, penentuan stock dividend, dan pembelian kembali saham. Manajer keuangan juga mengatur berbagai urusan dalam perusahaan untuk memperlancar jalannya peruahaan khususnya dalam bidang keuangan.
2.             PELAKU MANAJEMEN KEUANGAN
Manajer keuangan
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugas Manajer Keuangan antara lain:
-          Peroleh dana/aset dengan biaya sesuai budget perusahaan
-          Penggunaan dana dengan efektif dan efisien
-          Menganalisis Laporan Keuangan
-          Menganalisis lingkungan Internal dan Eksternal yang berhubungan dengan Keuangan

3.             TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Tujuan manajemen keuangan menurut irawati (2006:4) adalah untuk memaksimalkan profit atau keuntungan dan meminimalkan biaya (expense atau cost) guna mendapatkan suatu pengembalian keputusan yang maksimum, dalam menjelaskan perusahaan ke arah perkembangan dan perusahaan yang berjalan atau survive dan expantion. Tujuan perusahaan adalah meningkatkan kemakmuran para pemegang saham atau pemilik. Kemakmuran para pemegang saham di perlihatkan dalam wujud semakin tngginya harga saham, yang merupakan pencerminan dari keputusan-keputusan investasi, pendanaan, dan kebijakan dividen. Maka tujuan dari manajemen keuangan adalah bagaimana perusahaan mengelola baik itu mendapatkan dana maupun mengalokasikan dana guna mencapai nilai perusahaan yaitu kemakmuran para pemegang saham

4.             FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Fungsi utama dalam manajement keuangan menurut irawati (2006:3) terdiri dari tiga keputusan utama yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu :
1.      Keputusan Investasi
Keputusan investasi adalah keputusan yang diambil oleh manajer keuangan dalam allocation of fund atau pengalokasian dana dalam bentuk investasi yang dapat menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Keputusan investasi ini akan tergambar dari aktiva perusahaan, dan mempengaruhi struktur kekayaan perusahaan yaitu perbandingan antara current assets dengan fixed assets.
2.      Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan adalah keputusan manajemen keuangan dalam melakukan pertimbangan dan analisis perpaduan antara sumber-sumber dana yang paling ekonomis bagi perusahaan untuk mendanai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan opersional perusahaannya. Keputusan pendanaan akan tercermin dalam sisi pasiva perusahaan, dengan melihat baik jangka pendek dan jangka panjang. Sedangkan perbandingan yang terjadi disebut dengan struktur financial dan jika diperhatikan hanya dana investasi jangka panjang saja, maka perbndingnnya disebut dengan struktur modal. Dalam keputusan pendanaan mempengaruhi baik struktur modal maupun struktur financial.
3. Keputusan Deviden
Keptusan deviden bagian dari keuntungan suatu perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. Keputuan dividen adalah keputusan manajemen keuangan dalam menentukan besarnya proporsi laba yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan proporsi dana yang akan disimpan di peusahaan sebagai laba ditahan untuk pertumbuhan perusahaan.

4.             PERKEMBANGAN MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen Keuangan dari tahun ketahun semakin pesat perkembangannya. Berikut adalah perkembangan manajemen Keuangan dari abad 19 sampai abad 21.

I.               Awal abad 19  sekitar tahun 1900 :
a.         Istilah manajemen keuangan mulai muncul di Amerika Serikat yang mana industrinya telah berkembang pesat mengakibatkan  persoalan baru yaitu bagaimana dan darimana memperoleh kebutuhan dan untuk membiayai operasi perusahaan sehingga muncullah manajemen keuangan.
b.        Manajemen keuangan waktu itu suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu-ilmu lainnya yang menekankan diri dari aspek-aspek hukum yang biasanya muncul pada perusahaan, seperti aspek yang masalah merger, pendataan, ekspansi perusahaan, pembentukan perusahaan baru, tata cara go public dan penjualan surat – surat berharga
                                      
II.            Pada tahun 1929 - 1933:
a.         Perkembangan bisnis tersebut di atas belum di lakukan dengan sempurna dan tidak di imbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat.
b.        Regulasi yang mengatur aktivitas perusahaan terlambat di terapkan sehingga terjadi kelesuan perekonomian (resisi) sehingga pemerintah mengalami kesulitan yang serius yang mengakibatkan kegagalan bisnis di berbagai sektor;
c.         Pada waktu itu peranan manajemen keuangan memfokuskan analisisnya pada masalah-masalah kebangkrutan dan reorganisasi. Likuiditas perusahaan dan peraturan-peraturan tentang surat-surat berharga yang ditawarkan  di pasar modal menjadi prioritas pengelolaan keuangan.

Pada masa inilah manajemen keuangan telah bergeser perannya dari masa pencairan dana untuk pembiayaan dalam melakukan merger, konsolidasi dan pendirian perusahaan baru ke masalah struktur modal yang menganalisis perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Hal itu membuktikan bahwa manajemen keuangan tidak hanya mencari dana, tetapi juga menentukan komposisi dana harus di peroleh agar mendapatkan modal dengan biaya yang minimal (tercapai struktur modal yang optimum)

III.          Tahun 1940 s.d. 1950-an:
a.         Manajemen Keuangan mulai di pelajari oleh masyarakat luas.
b.        Manajemen keuangan tidak hanya mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
c.         Manajemen keuangan di maksudkan untuk menghitung secara rinci keadaan keuangan perusahaan, sehingga dapat di analisis besarnya laba yang di peroleh dan besarnya nilai perusahaan yang tercermin pada harga saham-sahamnya.
  
IV.         Tahun 1960 s.d. 1970:
a.         Ilmu manajemen keuangan mengalami suatu pembaharuan pada sisi hutang (liability) dan modal sendiri yang berada disisi kanan laporan neraca.
b.        Memfokuskan pada penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ada 2 pusat perhatian yang diutamakan :
-          Kombinasi optimal dari surat-surat berharga.
-           Cara-cara bagaimana investor secara individu mengambil keputusan-keputusan investasi dan implikasinya terhadap keuangan perusahaan

Pada awal tahun 1966, perekonomian dunia di landa inflasi, sehingga pasar keuangan melakukan kebijakan yang sangat ketat dan tingkat biaya memperoleh dana yang tinggi. Dalam menghadapi kondisi seperti ini ilmu manajemen keungan memiliki 4 bidang tugas pokok :
a.        Pengendalian arus kas dan arus fisik barang.
b.        Mencoba menghubungkan antara keputusan keuangan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
c.        Di kaitkannya perencanaan dan pengendalian keuangan dan faktor-faktor perubahan lingkungan eksternal.
d.        Manajemen keuangan tidak hanya berlanggung jawab terhadap pengelolaan arus kas, tetapi juga mengontrol pusat-pusat laba yang ada dari seluruh operasi perusahaan. Para eksekutif keuangan harus dapat mengevaluasi aspek dari operasi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.

V.            Tahun 1970-an sampai awal abad 21
a.         Berkembang dengan pesat
b.        Terus berkembang dengan munculnya inovasi baru dalam pembiayaan seperti Leasing dan pertumbuhan perusahaan secara eksternal melalui konglomerasi, merger, akuisisi
c.         Ilmu manajemen keuangan terus  berkembang menjadi suatu ilmu yang tidak dapat di lepaskan dari bagian suatu proses pengambilan keputusan oleh hampir semua perusahaan




Makalah KUR Bank BJB

BANK AND FINANCIAL INSTITUTION
KUR (kredit usaha rakyat) BANK BJB

Description: https://pbs.twimg.com/profile_images/531956621019058178/9b9KxoPq_400x400.jpeg

DISUSUN OLEH
BENYAMIN NAPITUPULU (1510631020040)
3MA2

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
TAHUN AJARAN 2016/2017



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah SWT,atas berkah dan  rahmatnya kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas mengenai struktur kredit usaha rakyat (KUR) yg terdapat di BANK BJB guna memenuhi tugas dari dosen kami yakni ibu EVI SELVI SE,MM, selain daripada itu pembuatan makalah ini juga diharapkan dapat menambah wawasan serta informasi pembacanya tentang KUR di bank BJB,



DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...............................................................................     1
Daftar Isi .........................................................................................     2
Pengertian KUR ..............................................................................     3   
Sasaran Program KUR ...................................................................     3
KUR Bank BJB ..............................................................................     4
Sasaran ...........................................................................................     4
Kriteria Pemohon  ...........................................................................     4
Kelengkapan Dokumen ...................................................................     5
Ketentuan .......................................................................................     6
Jenis Plafond ...................................................................................     8











1.      PENGERTIAN KUR
KUR adalah kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) yang fleasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.
Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKMK. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK mencakup:
  • Peningkatan akses pada sumber pembiayaan
  • Pengembangan kewirausahan
  • Peningkatan pasar produk UMKMK
  • Reformasi regulasi UMKMK
Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
2.      SASARAN PROGRAM  KUR
Sasaran program KUR adalah kelompok masyarakat yang telah dilatih dan ditingkatkan keberdayaan serta kemandiriannya pada kluster program sebelumnya.Harapannya agar kelompok masyarakat tersebut mampu untuk memanfaatkan skema pendanaan yang berasal dari lembaga keuangan formal seperti Bank, Koperasi, BPR dan sebagainya.Dilihat dari sisi kelembagaan, maka sasaran KUR adalah UMKMK (Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi).Sektor usaha yang diperbolehkan untuk memperoleh KUR adalah semua sektor usaha produktif.
3.      KUR BANK BJB
KUR Bank BJB merupakan kredit yang ditujukan kepada pelaku wiraswasta, kredit BJB ini adalah kredit yang diberikan oleh pihak Bank BJB kepada mereka yang memiliki dan hendak mengembangkan bisnis menengah kecil dan mikro baik itu bisnis perseorangan ataupun perusahaan. Dengan ketentuan bahwa kegiatan usaha yang dijalankannya merupakan jenis usaha yang memiliki tingkat produktivitas tinggi dan layak sebagai penerima program.
4.      SASARAN         
1.      UMKMK baik berbentuk perorangan maupun Badan Usaha yang melakukan kegiatan usaha produktif dan layak tetapi belum bankable.
2.      Tidak sedang memperoleh fasilitas kredit lainnya dan atau bersubsidi suku bunga kredit dari program kecil lainnya kecuali kredit kepemilikan rumah, kredit kepemilikan kendaraan bermotor, kartu kredit dan kredit konsumtif lainnya
3.      Para pelaku usaha (pedagang) pada lokasi pasar yang potensial, baik dari sisi usaha, lokasi dan kondisi pasar
4.      Lembaga Linkage yang menyalurkan kembali kepada debiturnya dengan pola executing/chaneling baik yang belum pernah memperoleh fasilitas dan/atau tidak sedang menikmati fasilitas kredit dan/atau tidak sedang menikmati fasilitas subsidi suku bunga kredit dan program kredit lainnya dari pemerintahan

5.      KRITERIA PEMOHON
  • Berusia paling rendah 21 tahun atau sudah menikah yang memiliki kegiatan usaha produktif minimal telah berjalan selama 1 tahun
  • Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi dari perbankan dan atau tidak sedang menerima Kredit Program dari Pemerintah yang dibuktikan dengan hasil Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia pada saat permohonan kredit/pembiayaan diajukan, Kecuali sedang menikmati kredit konsumtif.
  • Dalam hal pemohon masih memiliki baki debet yang tercatat dalam Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia, tetapi yang bersangkutan sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/Roya dengan lampiran cetakan rekening dari Bank Pelaksana/pembiayaan sebelumnya.
  • Tidak masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia dan tidak terindikasi mempunyai kredit bermasalah baik sebagai perorangan, badan usaha atau pengurus.
  • Tidak ada informasi negatif dan tidak sedang terlibat/menghadapi masalah hukum
6.      KELENGKAPAN DOKUMEN
-          PERORANGAN
  • Copy KTP Pemohon dan Istri/Suami bagi yang sudah berkeluarga
  • Copy Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Copy Surat Nikah Pemohon
  • Pas photo Pemohon beserta Istri/Suami (ukuran 3x4, 1 lembar)
  • Copy rekening listrik, telepon, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk bulan terakhir
  • Untuk permohonan kredit s/d Rp 100.000.000,00
o    Copy surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa atau Kelurahan atau dinas yang terkait dengan usaha dan lokasi usaha debitur.
o    Copy ijin usaha formal bagi pemohon yang sudah memilikinya
  • Untuk permohonan kredit diatas Rp 100.000.000,00
o    Copy ijin usaha formal (SIUP) serta ijin usaha lainnya (apabila ada)
o    Copy NPWP
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan.
  • Data laporan keuangan beserta dokumen pendukungnya (apabila ada).
  • Untuk Kredit Investasi :
o    Surat penawaran dalam rangka pembelian mesin / peralatan / kendaraan / barang investasi lainnya
o    Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam rangka pembangunan / renovasi / perluasan tempat usaha.
-          BADAN USAHA
  • Copy Akta Pendirian berikut perubahan-perubahannya. (khusus untuk Perseroan Terbatas ditambah copy Surat Pengesahan Badan Hukum dari Departemen terkait)
  • Copy Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (apabila terpisah dari Akta Pendirian)
  • Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) / identitas lainnya yang masih berlaku atas nama seluruh pengurus dan/atau pemilik..
  • Copy seluruh ijin atau legalitas usaha yang dimiliki dan masih berlaku
  • Copy hasil Rapat Anggota Tahunan (minimal 2 periode terakhir) serta penetapan Susunan Pengurus yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang. (Khusus bagi Koperasi)
  • Copy Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir (khusus Perseroan Terbatas)
  • Copy pembayaran pajak usaha berikut SPT Tahunan dan rekening listrik, telepon dan air, untuk tempat usaha (minimal bulan terakhir).
  • Rencana Penggunaan Kredit dan Pembayaran Angsuran
  • Laporan Keuangan Tahunan minimal 2 (dua) tahun terakhir dan Laporan Keuangan periode terakhir.
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan apabila jaminannya milik Pengurus/Pemilik.
7.      KETENTUAN
1. Plafond
a. Secara Langsung
·         KUR Mikro : Maks. 20 jt
·         KUR Ritel  : Diatas 20 jt s/d Rp 500 jt
b. Melalui Lembaga Linkage
·         Kepada Lembaga Linkage : Maks. Rp 2 M
·         Lembaga Linkage kepada UMKMK : Maks. Rp 100 jt
2. Jangka Waktu Kredit
  • Kredit Modal Kerja : Maks. 3 (tiga) tahun
  • Kredit Investas : Maks. 5 (lima) tahun
  • Kredit Investasi untuk Tanaman Keras : Maks. 13 (tiga belas) tahun
3. Biaya- biaya
  • Bebas biaya administrasi
  • Biaya provisi sebesar 0,5 % dari plafond kredit
  • Biaya notaril sesuai tarif yang berlaku di Notaris untuk :
o    Pembuatan Perjanjian Kredit
o    Pengikatan Agunan
  • Biaya asuransi agunan sesuai tarif yang berlaku di pihak Asuransi
  • Biaya matera sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Agunan Tambahan          
  • Nilai
o    Secara Langsung
§  KUR Mikro : Mak. dibawah 100 %
§  KUR Ritel : Min. 40 % s/d dibawah 100 %
o    Melalui Lembaga Linkage
§  BPR
§  BPR milik Pemda : Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100%
§  BPR non Pemda :
§  Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100% ditambah
§  Agunan fisik minimal sebesar 10%
§  Non BPR :
§  Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal seebsar 100% ditambah
§  Agunan fisik minimal sebesar 50%




8.        JENIS PLAFOND

Plafond s/d Rp. 50.000.000,-
No
Jenis
Bukti Pemilikan
1
Tanah / Bangunan
Girik / Letter C / Akta Tanah


SHM / SHGB / SHGP
2
Lapak / Los / Kios / Toko
SPTB / HPK / SIPK


SHM / SHGB / SHGP
3
Kendaraan Roda 4
BPKB
4
CashCollateral
Deposito / Tabungan / Ori

Plafonddiatas Rp. 50.000.000,- s/d Rp. 100.000.000,-
No
Jenis
Bukti Pemilikan
1
Tanah / Bangunan
SHM / SHGB / SHGP
2
Lapak / Los / Kios / Toko
SHM / SHGB / SHGP
3
Kendaraan Roda 4
BPKB
4
CashCollateral
Deposito / Tabungan / Ori





Plafonddiatas Rp. 100.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,-
No
Jenis
Bukti Pemilikan
1
Tanah / Bangunan
SHM / SHGB / SHGP
2
Lapak / Los / Kios / Toko
SHM / SHGB / SHGP
3
CashCollateral
Deposito / Tabungan / Ori